Novel Lebaran Idul Fitri : Rindu Kampung Halaman

okbuku.comNovel Idulfitri Idul Fitri mulai terasa Rindu Kampung Halaman Jauh di Perantauan, Nampak ramai jalan semakin padat setiap orang tengah memperiapkan, membeli bahkan berkumpul. Aku melihat ada berbagai orang diluar sana yang sibuk memperiapkan buah tangan untuk pulang kampung. Ya Satu tahun sekali kita mungkin akan berkumpul bersama orang tua, mungkin juga anak berkumpul dengan orang tua, Suami Istri yang kembali dipertemukan sesudah 12 bulan lamannya berpisah.
Perpisahan itu terjadi bukan alasannya yaitu ada yang memisahkan tetapi mereka terpisah jauh oleh ruang dan waktu karna beberapa alasan ibarat mencari pekerjaan atau lainnya. Kota yaitu satu daerah yang ramai alasannya yaitu di Kota insan berkumpul untuk mencoba keberuntungan. Tetapi hal itu tidak sebanding dikala Idul Fitri alasannya yaitu terlihat terang Kota sepi.
Ia mulai ditinggalkan semua orang alasannya yaitu Pulang Kampung. Tetapi ada juga bertahan alasannya yaitu tidak ada kampung kota yang sedang ia tempati kini yaitu kampung halamannya. Sempat mengehal nafas panjang jikalau melihat orang-orang siap-siap pulang kampung ada yang pake kereta API, Pesawat, ada juga yang mengunakan kapal dan Bus dan lainnya.
Nove Idulfitri Rindu Kampung Halaman
Iri itu niscaya alasannya yaitu ada sedikit perbedaan jikalau sebagian besar orang diluar sana tengah merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan merayakan kampung halaman, sementara saja tahun ini menjadi tahun pertama tidak dapat pulang kampung alasannya yaitu beberapa problem yang tengah dihadapi. Mudik hanya sebuah sebutan tahun ini.
Kadang hati rasanya rindu ingin bertemu keluarga berkumpul bercanda tertawa bersama tetapi apa daya saya tidak dapat melaksanakan hal itu alasannya yaitu beberapa alasan. Jauh dari keluarga tahun ini menjadi sangat luar biasa berat. Kadang saya berfikir untuk segera pulang dan mengenyampingkan alasan. Hanya saja orang bau tanah menguatkan ku untuk bertahan disini meski tidak dapat pulang kampung tahun ini.
Aku masih dapat tetap mendengarkan beberapa dongeng kebersaam dari Video Call atau panggilan biasa. Line, WA menjadi teman dekat ku pada dikala lebaran tahun ini, seakan hanya ia yang tahu betapa saya merindukan kampung halaman, Rindu bertemu Orang tua, Rindu orang tercinta. Terbayang sudah semua acara bersama keluarga dikampung halaman.
Tetapi saya akan mencoba menguatkan diri untuk tidak begitu bersedih, saya tidak ingin merusak Hari Kebahagian Idulfitri yang penuh akan Syarat kemenangan serta kebahagiaan, dengan suasana sepi di kontrakan ku disini jauh dari keluarga, untuk menghibur diri saya hanya dapat mengenang lebaran tahun sebelumnya. Ya saya teringat kenganangan indah bersama sanak family keluarga.
Berkunjung kerumah nenek mengikuti program sungkep, ceria semua berkumpul bersama tidak ada satu problem yang saya ingat pada dikala moment itu. Tetapi lagi-lagi kata tapi keluar dari setiap goresan pena ini mungkin lebaran Idul Fitri tahun ini hanya saya yang tidak dapat pulang keluarga jauh diluar negeri saja tahun ini menyempatkan pulang ke kampung halaman.
Lalu lalang orang melintas dijalan depan kontrakan ku mereka terlihat membawa banyak barang ada yang memakai motor ada juga yang memakai kendaraan beroda empat nampak membawa sejumlah barang persiapan lebar, saya mengira mereka akan pulang kampung ke kampung halaman. Aku hanya dapat melihat menyaksikan wajah senang mereka  yang akan pulang kampung kampung halaman.
Rindu, Rindu, dan Rindu kampung halaman sesudah satu tahun lebih menunggu untuk dapat pulang tetapi sayangnya hanya sebatas keinginan yang mungkin terwujud ditahun depan. Aku sadar bahwa jauh dari keluarga pada dikala lebaran tidak berbagi mengurungkan niat untuk bersilahturahim bersama keluarga.
Tempat ku menuangkan rasa rindu yaitu Blogger dan medsos, Tuhan jikalau memang saya belum dapat pulang ke kampung halaman tahun ini izinkan saya untuk berdoa dan sampaikan pada mereka bahwa saya disini baik-baik saja tetap bersabar semoga dapat pulang tahun berikutnya. Aku tidak akan bersedih alasannya yaitu bagi ku mereka semua selalu ada dekat dengan ku.
Disini saya tidak sendiri bersama mu Ya Rob dan beberapa orang yang sudah kuanggap keluarga disini yang kebutulan mereka juga belum dapat pulang kampung lebaran. Tulisan ini ku buat sebelum lebaran dan kembali dilanjutkan dikala lebaran. Dini saya melihat susunan kontrakan yang berada di dekat ku tinggal kosong.
Tidak ada satu orang pun yang tinggal disini kecuali teman satu kerja ku hanya saja mereka tinggal jauh dari daerah saya tinggal. Kami mengontrak disini ada lebih dari 12 pintu Kontrakan baik lantai bawah maupun lantai atas tidak ada satu orang pun yang tidak pulang kampung kecuali aku. Sepi dinisi kadang saya berpikir telalu lebay dalam menyikapi semua ini, lebaran hanya satu hari dan sesudah itu kembali normal.
Tetapi itulah yang saya hadapi bagiku bukan satu hari itu yang akan berlalu ini yaitu Idul Fitri, penantian menunggu merindukan kampung halaman satu tahun lebih itu yang menjadi sebuah hal yang lama. Satu tahun lebih menyusun rencana pulang kampung halaman. tetapi semua akan berlalu dengan sendirinya.
Rindu Kampung Halaman mungkin akan berlanjut tahun depan entah itu akan terlaksana atau tidak entah saya dapat pulang kampung atau masih sama ibarat tahun ini, Mudik tidak hanya membutuhkan Ongkos tetapi bagi yang berkerja membutuhkan izin cuti atau libur dan selain itu banyak pertimbangan problem lain menjadi penghambat seseorang tidak dapat pulang kampung ibarat saya.
Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan atas kegagalan ku untuk pulang kampung tahun ini alasannya yaitu bagi ku tidak dapat pulang kampung yaitu keputusan Allah yang terbaik untuk ku, niscaya rindu kampung halaman ini menjadi akan disampaikan pada hari lainnya, bagi ku restu orang bau tanah yang paling utama semua itu menjadi sangat membahagiakan meski jauh doa dan restu orang bau tanah selalu bersama.
Idulfitri tahun ini saya hanya dapat menelpon keluarga menanyakan kabar mereka dan sedang apa kini melaksanakan kegiatan apa Video Call dan beberapa Medsos sebagai penyampai pesan. Tetapi disini saya tidak begitu sedih alasannya yaitu masih ada keluarga kecil yang selalui menemani menciptakan kerinduan ku akan kampung halaman sedikit berkurang.
Satu tahun lagi sempurna Idul Fitri ini berakhir saya akan melanjutkan kembali menghitung hingga menunggu lebaran tahun depan, hampir setiap hari pada dikala lebaran ini orang bau tanah ku menyampaikan untuk tetap sabar dan menahan diri atas kerinduan ini mereka terus menyemangati ku untuk bertahan dan dihentikan bersedih meski hati ini merasa sangat rindu akan mereka dan rumah tercinta di kampung halaman saya akan senangtiasa bersabar menunggu Idulfitri Tahun depan dan menjawab semua kerinduan hati ini.
Sepi hati ini dan lingkungan ibarat yang tengah saya rasakan akan berangsung tidak lama, alasannya yaitu sayup-sayup bunyi Takbir berkumandang perlahan memudar berganti hari menjadi normal lagi membuatku lupa bahwa saya merindukan kampung halaman rutinitas kerja menciptakan ku kembali tidak sempat memikirkan hal itu, Hanya satu yang saya katakan Selamat Tinggal Idul Fitri tahun Ini Maafkan Anak mu yang belum dapat pulang.
Meski saya yaitu salah satu orang yang paling dinantikan kehadiran dikala lebaran alasannya yaitu mengingat jauh di perantauan, tetapi semua keluarga mengerti akan apa yang sedang saya harapi jikalau mempunyai kesempatan untuk dapat pulang ke kampung halaman mungkin saya orang yang pertama sangat menginginkan hal itu, Tetapi apa daya waktu dan biaya tidak mengizinkan ku untuk pulang kembali ke kampung halaman.
Tidak ada pilihan lagi menunda semua kerinduan untuk mendapat kesempatan pulang kampung tahun berikutnya jikalau belum dapat pulang mungkin tahun berikutnya lagi dan tahun berikutnya lagi hingga nanti saya dapat mengobati semua kerinduan kampung halaman dan orang bau tanah serta orang-orang tercinta ibarat keluarga yang menanti kehadiran pada dikala moment senang Lebaran. Tuhan sampaikan salam ku pada mereka katakan apa yang tidak dapat saya katakan bahwa saya bahwasanya sangat “Merindukan Kampung Halaman”. Semoga tahun depan dapat Pulang Kampung amin.

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes

Scroll to Top