Cerpen Terbaru : Cinta Terpendam

Cerpen Terbaru : Cinta Terpendam -Tanpa terasa hari terus berganti menyisahkan sedikit kisah usang yang mungkin tidak pernah terlupa sepanjang masa kisah ini bermula dikala saya masih berusia belasan tahun entah kapan tepatnya rasanya itu sudah sangat usang saya lewati. Belasan tahun kemudian sempurna saya duduk di dingklik SD kisah ini bermula, menceritakan kisah gadis bagus jelita yang saya cintai, kisah ini diawali dengan sebuah awal dikala saya pindah dari kota Palembang menuju desa.
Pinda itu ditandai dengan pindahnya sekolah saya dari Kota menuju Desa. Rasanya awal perpindahan memang tidak nyaman. Pindah rumah akan menciptakan sebuah hal baru, harus mencari teman baru, lingkungan rumah baru, sekolah baru, bahkan cinta yang gres tetapi dikala itu usiaku masing sangat kecil belum mengerti apa artinya cinta.
Tetapi pindah rumah memang sesuatu yang tidak begitu yummy dirasa lantaran saya sendiri sudah merasakan, meski tidak yummy tidak berarti tidak ada yang menggembirakan lantaran kita akan ketemu dengan suasana gres dan hal gres ditempat yang baru. Kehidupan ku dikala itu berjalan normal ibarat kebanyakan bawah umur seusia saya. Sekolah gres menyesuaikan lingkungan baru.

Cerpen Terbaru Cinta Terpendam
Waktu itu perpindahan kami ke desa dikarenakan Ibu saya lulus CPNS dan harus mengajar di Desa lantaran SK yang didapat berada jauh dari kota mau tidak mau, suka tidak suka kami harus pindah. Dari sinilah kisa kehidupan ku bermula. Ingat waktu itu saya masih menginjak kelas 4 SD. Seperti yang telah saya katakan semua berjalan ibarat kebanyakan anak biasa.
Sampai pada saya kelas 6 SD mendengar kisah dari Ibu yang menceritakan ada seorang gadis desa Pribumi yang sangat cantik, ia yakni murid SD Ibu ku, tanpa sadar Ibu selalu menceritakan kegiatan gadis bagus itu yang selalu sekolah sambil membantu orang tua, mencuci Piring sesudah pulang sekolah. Kalau gadis desa membawa cucian Piring setinggi badannya.
Menggunakan keruntung atau bakul digendong. Cerita Sang Ibu terus membayangi ku ibarat apa gadis yang dimaksud meski saya belum tahu apa itu arti dari cinta tetapi rasa ingin tau itu terus muncul semenjak Ibu menceritakan gadis itu. Beberapa tahun berlalu tiba dimana seragam Merah Putih berganti menjadi Biru Putih ya benar sekali tanpa terasa saya menginjak dingklik sekolah Sekolah Menengah Pertama pertama.
Masih ditempat yang sama Sekolah Menengah Pertama Negeri Favorite menjadi tujuan masuk sekolah ku, kisah Ibu ku masih terang ditengah bahwa ada salah satu murid sang Ibu juga masuk sekolah Sekolah Menengah Pertama yang sama, tetapi sesudah masuk Sekolah Menengah Pertama saya mulai sibuk dengan ativitas sendiri dan pertama kali mengenal jatuh cinta. Ya bisa dibilang mengenal Cinta Pertama.
Bukan pada gadis yang diceritakan Ibu ku dulu, lantaran saya jatuh cinta pada pandangan Pertama gadis bagus yang ada di Sekolah Menengah Pertama ku, ingat waktu itu yakni masa orientasi Sekolah atau masa Perkenalan kebetulan ia yakni teman gres satu kelas ku. 1 B kelas kami semenjak pertama kali kenalan saya mulai mencicipi hal yang berbeda.
Aku tidak pernah tahu dulu bahwa bekerjsama itu yakni rasa cinta, meski hanya dalam hati saja saya terus mengamati gadis itu, kami hasilnya menjadi teman dekat dikelas, berguru bersama dan kemana-mana bersama tetapi bukan sebuah kebetulan gadis yang ku maksud yakni Gadis tercantik Sekolah Sekolah Menengah Pertama ku dulu. Meski saya mulai menyukainya saya tidak pernah ingin menyampaikan apa yang sedang saya rasa.
Bahkan selama beberapa tahun hingga kelas dua Sekolah Menengah Pertama saya sering menjadi makcomblang abang kelas yang ingin mendekatinya. Waktu itu masih jaman surat-suratan dimana belum ada smartphone atau lainnya hanya Hape Keluaran Nokia itupun hanya mereka yang anak orang kaya saja yang memakai Hape, sedangkan saya bukan akan orang kaya dan bukan siapa-siapa.
Menjadi Makcomblang abang kelas sudah menjadi rutinitas memberikan pesan Sia A, B atau C yang naksir gadis itu terus saya jalani, meski bekerjsama saya juga mempunyai rasa yang sama kadang saya merasa sangat cemburu jikalau melihat Sang Gadis dekat dengan hasil comblangan ku. Tetapi apa daya saya tidak mempunyai kekuatan untuk menyampaikan cinta.
Tanpa terasa saya menjadi pengagum rahasia Sang Gadis selama sekolah SMP, setiap hari rutinitas ku melihat sang gadis yang selalu duduk depan kelas sebelum jam pelajaran dimulai. Aku pun terus mengamatinya dari kejauhan bagi ku kebahagiaan terbesar yakni melihat senyumnya setiap hari walau hanya satu kali dari kejauhan.
Itu lebih dari sekedar cukup mengingat saya bukan siapa-siapa dan mungkin bukan pria yang pantas untuknya, jangankan untuk menteraktir orang yang dicintai waktu itu untuk makan saja jikalau cukup sudah sangat bersyukur. Dalam pikiran ku hanya ingin sekolah dan terus berusaha keras menjadi teman baiknya dan bisa berada didekatnya walau hanya sebagai teman biasa itu sudah sangat cukup.
Bisa dibayangan juga jikalau seorang teman menyatakan cinta pada teman baiknya alangkah kecewanya ia jikalau mengetahui saya mencitai dia. Perjalanan itu berlanjut terus selama tiga tahun lamanya. Setiap pagi saya selalu semangat untuk berangkat sekolah lebih awal untuk melihat senyum sang gadis dari kejauhan, meski belakang layar saya terus mencatat berapa senyum yang telah saya dapat, jikalau dihitung berdasarkan catatan ku selama 3 tahun sekolah Sekolah Menengah Pertama saya melihat senyumnya sebanyak 867 kali.
Lebih rincinya yakni 289 kali selama satu tahun, betapa bahagianya saya melihat senyumnya itu, Tetapi ia tidak pernah tahu kalau saya menyukai gadis itu, sasaran sekolah ku tidak hanya sekedar lulus tetapi ingin terus satu kelas dengannya. Sekolah kami mengelompokan siswa berdasarkan kepintaran jikalau siswa yang pandai akan masuk kelas A sedangkan yang sedang yakni kelas B dan bagi yang pandai olahraga akan berada dikelas C.
Kelas 1 dan kelas dua semester 1 kami masih berada disatu kelas yaitu B, hingga pada semester berikutnya Sang Gadis masuk kelas A lantaran Prestasi akademik ia meningkat sementara saya berada di kelas B. Sejak Kelas 2 Semseter simpulan hingga kelas 3 kami berbeda kelas. Tetapi saya tidak pernah mengalah untuk bisa berada satu kelas bahkan bela-belain berguru untuk tembus peringkat lima besar supaya bisa masuk kelas A.
Waktu itu sasaran ku sudah hingga saya rangking 4 dari 36 Siswa kelas B, itu berarti saya akan naik ke kelas A, pada kelas 3 semester 1 tetapi sekolah memutuskan untuk kelas 3 tidak ada perubahan kelas meski mereka yang sudah masuk lima besar. Ketentuan ini berbeda dari sebelumnya. Niat untuk satu kelas dengan gadis itu tidak tersampaikan hingga saya lulus sekolah.
Meski tidak satu kelas lagi saya tidak pernah berhenti menjadi pengagum rahasianya hingga pada simpulan perpisahan Sekolah Menengah Pertama tanpa terasa kami akan kembali berganti kostum atau seragam dari Biru Putih menjadi Putih Abu-Abu. Rasa cinta itu tidak pernah usai dan selalu ada dalam hati meski saya hanya anak kecil yang gres tumbuh menjadi remaja.
Tanpa terasa waktu terus berlajan dan kami juga masuk sekolah waktu itu di desa kami belum ada sekolah Sekolah Menengan Atas negeri, keinginan orang renta saya untuk menyekolahkan saya ke Negeri menjadi sebuah prioritas mengingat Ibu saya yakni seorang guru. Beliau tahu bahwa pendidikan anak harus negeri, padahal keinginan ku ingin kembali sekolah di desa supaya kembali bertemu gadis itu.
Gadis sekaligus cinta pertama ku. Bahkan orang renta ku berencana ingin menyekolahkan ku ke Kota untuk mendapatkan pendidikan yang baik priortias negeri meski kami hidup jauh dari kata bisa lantaran waktu itu seorang guru tidak ibarat sekarang, menjadi guru yakni sebuah dedikasi tetapi kini Guru juga menjadi seorang Tenaga Pengajar yang Profesional.
Dalam Pikiran ku mungkin kami tidak akan pernah ketemu lagi. Sampai pada dikala registrasi Sekolah Menengan Atas Negeri dimulai tahun aliran baru, mungkin semua rejeki saya, ditahun pertama dan untuk pertama kalinya Sekolah Menengan Atas Negeri didesa kami didirikan, sontak saja saya memutuskan untuk menjadi murid pertama di sekolah itu. Kabar besar hati lainnya yakni orang renta saya baiklah dengan hal tersebut.
Kemudian kabar besar hati lainnya entah itu suatu kebutulan atau takdir saya dan sang gadis kembali bertemu dalam satu kelas waktu itu kami berada di Kelas X 1. Rejeki yang tidak terbayangkan sebelumnya keinginan untuk sekolah di desa dan impian orang renta bisa sekolah negeri lengkap sudah dan bonusnya yakni saya membali satu kelas dengan Gadis Pujaan hati.
Sekolah Menengan Atas masa dimana saya mulai membuatkan diri untuk menjadi remaja yang aktiv hal itu terbukti saya sempat menjadi Ketua Osis dan banyak membuatkan kegiatan meski waktu itu sekolah kami tidak mempunyai dana untuk membuatkan organisisi atau terobosan untuk memajukan sekolah. Hal itu tidak menjadi halangan bersama teman sekelas dan waktu itu jumlah siswa kami hanya sekitar 80 orang.
Tidak ada senior kami lantaran kami murid pertama, semangat untuk memajukan sekolah terus menjadi sebuah hal yang terus diperdengarkan. Sampai terus belanjut iuran secara sukarela kami lakukan demi sekolah dan kegiatan memperkenalkan sekolah kami kepada sekolah lain. 3 tahun memimpin sebagai ketua osis banyak hal yang sudah kami capai bersama terutama bidang ektrakulikuler ibarat Olahraga dan lainnya.
Hal itu juga menjadi saya semakin terkenal disekolah bahkan banyak diidolakan oleh teman termasuk perempuan. Terus berkembang sekolah kami hasilnya mempunyai adik kelas yang terus bertambah. Karisma saya sebagai seorang Ketua Osis terus berlanjut dan menumbuhkan gambaran gres seorang yang menjadi idola para adik kelas selama sekolah.
Semua itu menciptakan saya mulai melupakan sang gadis lantaran sibuk dengan kegiatan dan mendapatkan cinta yang diinginkan. Tetapi sama kesuksesan ku menjadi terkenal disekolah tidak menambah keberanian ku untuk mengungkapkan perasaan pada Sang Gadis. Bahkan saya sampai-sampai menyebut ia Sang Puteri lantaran saya terus mengidolakan Sang Gadis meski semakin usang rasa itu semakin berkurang dan berganti dengan yang baru.
Ada satu hal yang belum berubah saya tetap menjadi orang yang menyayangi Sang Gadis tanpa berani menyampaikan semua isi hati. Bahkan usaha untuk bisa satu kelas terus berlanjut waktu itu ia menentukan jurusan IPA, Aku pun memutuskan untuk mengambil Jurusan yang sama alasannya tetap sama supaya bisa satu kelas. 6 tahun berlalu setalah Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Sekolah Menengan Atas hampir berkahir.
Kami menjadi teman dekat dan terus menjelma sahabat. Aku tidak pernah ingin menyampaikan semua isi hati ini lantaran takut persabahatan kami rusak lantaran cinta. Aku lebih menentukan untuk merahasiakan semua isi hati ini dengan tujuan jikalau kami terus menjadi teman mungkin tidak akan ada kata putus tetapi jikalau saya memberanikan diri untuk menyatakan isi hati dan sesudah diterima ada waktu kami berpisah sebagai seorang pasangan kekasih.
Tanpa terasa Masa Indah Sekolah Menengan Atas hampir usai, tetap sama saya selalu sibuk dengan urusan dan semua problem percintaan ku dengan lainnya sementara ia juga sama. Kadang meski hati ini merasa cemburu saya tetap merahasiakan semua perasaan ku padanya. Perpisahan Sekolah Menengan Atas menjadi simpulan kami bersama lantaran sesudah itu mungkin kami tidak akan pernah bertemu.
Ada satu waktu saya memberanikan diri untuk mengobrol berdua bersamanya, meski kami setiap hari ngobrol tetapi perpisahan Sekolah Menengan Atas kali ini menjadi hal yang paling berbeda. Moment terbaik sebelum saya berpisah menyempatkan diri untuk menyampaikan sesuatu bukan sebuah kata ungapan perasaan cinta tetapi hanya ingin memeluknya sebentar meski hanya pelukan persahabatan.
Waktu itu menjadi waktu yang sangat berarti lantaran saya menyampaikan bahwa sesudah lulus nanti saya tidak akan berada di Desa lagi lantaran saya akan kuliah di Kota dan Jauh. Hanya itu saja tanpa lebih sebelum perpisahan berakhir saya sempat mencium pipinya sebelah kanan, entah apa yang ia pikirkan atau mungkin ia menganggap itu hanya ciuman sahabat.
Tetapi bagiku ciuman pipi itu menjadi sebuah tanda atas semua perasaan ini yang tidak pernah berani saya ungkapkan. Masalah mengungkapkan bagi ku bukan perkara sulit, dipastikan saya siap mengatakannya tetapi hal yang paling saya takutkan yakni kehilangan sesudah mempunyai dia. Itu saja. Setelah perpisahan itu kami tidak pernah bertemu lagi. Aku sempat curhat kepada Ibu ku wacana gadis canti yang saya cintai tetapi belum berani mengungkapkan rasa itu.
Setelah diselidiki dan Ibuku menyebutkan nama gadis yang pernah ia ceritakan waktu SD dulu yakni orang yang sama dengan gadis yang saya cintai sekarang, rasanya hal itu menjadi sangat kebetulan. Bahkan Ibu ku sempat menyampaikan bahwa Ia akan merasa sangat senang bila saya bisa menyebabkan Istri sang Gadis dikemudian Hari sesudah saya sukses nanti.
Perkataan Ibu ku menciptakan ku semakin semangat meraih kesuksesan kedepan. Meski kami jauh sesudah Lulus SMA, Akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di Salah satu PTN yang ada di Sumatera Selatan sedangkan ia berada di Kota Lubuk Linggau yang jauh melanjutkan karir dan bekerja di Salah satu perushaan besar Astra Motor.
Perjalanan kuliah ku terus berlanjut dan semangat untuk mencapai kesuksesan terus mengudara lantaran tergetku setalah tamat kuliah dan sukses saya akan mengungkapkan semua perasaan ini padanya. Memang terbukti 3 tahun 10 bulan lamanya studiku hasilnya saya lulus dengan Nilai terbaik Camlaud dengan IPK 3,54 waktu itu saya sempat ditawari untuk bekerja di Perusahaan ternama tetapi saya memutuskan untuk menolaknya dan melamar di Astra Internasional.
Perusahaan besar dengan harapana bisa kembali bertemu, dan saya menjadi atasan sang gadis tetapi sebelum semua terlaksana, hobby ku menulis sempat menjadi Viral di Medsos bahkan goresan pena ku di Blog telah mencapai puluhan ribu orang yang melihat. Selama kuliah saya menulis semua kisah wacana perjalanan cinta ku kepada sang gadis yang tidak pernah tersampaikan.
Isi dari kisah yang saya tulis tersebut yakni pengalaman pribadi ku lebih dari 1500 artikel telah saya terbitkan dan dibaca jutaan orang. Waktu menulis saya tidak pernah merahasiakan nama tokoh ibarat nama asliku dan nama orisinil sang gadis. Sontak saja salah satu dari jutaan pembaca blog ku yakni sang Gadis.
Tanpa disadari Sang Gadis membaca semua curhatan isi hati ini bahkan berdasarkan keterangan dari teman dekatnya dikala membaca goresan pena itu ia sempat menangis, bahkan melalui sahabatnya ia menitipkan sebuah pesan kepada ku, bahwa mengapa tidak dari dulu saya menyampaikan semua isi hati ini kepadanya. Sayangnya semua itu sudah terlambat.
Sang Gadis Membaca goresan pena itu pada dikala ia sudah menikah dengan orang lain, saya tidak pernah tahu kalau ia sudah menikah. Meski begitu saya terus mempertahankan semua goresan pena ku untuk menjadi sebuah kenagan. Bahkan dikahir akrtikel saya sempat menulis “Dosakah Aku bila merindukan Istri Orang Lain” sempurna di 1500 artikel saya memutskan untuk mengapus semua kenanga itu secara Permanen.
Bagi ku itu sudah tidak berarti lagi, saya memutuskan untuk merubah semua pembahasan blog ku, diwaktu yang bersamaan hobby ku menulis menjadi pekerjaan yang bisa menjamin masa depan meski semua artikel menganai kisah ku telah dihapus dan masuk ranah Blogger Profesional saya memutuskan untuk Move On.
Dari Blogger dan Adsense saya mendapatkan ribuan dolar perbulan tetapi semua itu menjadi sangat hampa lantaran tokoh utama dalam hidup ku sudah menikah dan pergi. Bahkan saya belum sempat menyampaikan semua persaaan ku padanya, ia sudah menikah duluan. Satu tahun berlalu tanpa terasa saya resmi lulus kuliah dan bekerja sebagai Blogger Profesional meski saya belum bisa melupakan sang gadis saya memutuskan untuk Move On.
Aku pun berencana untuk menikah dengan gadis kota lainnya, dengan modal yang ada saya memutuskan untuk menikahinya. Tetapi hati ini terus saja memikirkan Sang Gadis hingga pada waktu yang telah ditetapkan saya harus melamar pilihanku dan bermaksud menikahinya, pada tanggal yang sama saya terkena sakit yang membaut ku tidak bisa berjalan selama beberapa hari.
Otomatis renca untuk melamar dan menyampaikan hal serius pada Sang Kekasih gagal lantaran sakit itu, merasa saya tidak ada kepastian hasilnya sesudah hari itu saya diputuskan oleh Pacar ku, tanpa bertanya alasan ku kenapa tidak dapang menepati janji. Setelah kegagalan itu hasilnya ia Gadis Kota itu menikah dengan pria lain sempurna beberapa ahad kemudian.
Rasa sakit ditinggal Sang Puteri Menikah meski sudah satu tahun lamanya belum hilang saya sudah ditinggal oleh Pacar ku Gadis Kota menikah dengan orang lain. Hidup ku terasa sangat hancur bahkan saya ibarat orang gila. Aku memutuskan untuk kembali ke desa bagi ku tidak ada lagi daerah indah baik Kota maupun desa ada semua kenangan pahit untuk ditelan.
Beberapa bulan lamanya sesudah semua itu hasilnya saya terus mencoba peruntungan dari dunia Maya menjadi seorang Blogger. Karena bagi ku dunia positif tidak ada yang indah lagi. Setiap hari saya terus berada di depan Laptop tanpa memilikirkan lagi soal Jodoh. Rasanya saya tidak ingin lagi menikah lantaran semua kegagalan itu hingga dikala ini.
Setahun bekerja menjadi seorang Blogger hasilnya saya terus mendapatkan prospek yang baik bahkan sudah bisa mendirikan CV sendiri dan berkedudukan sebagai Wakil Direktur di CV tersebut 2 tahun kedepan sasaran ku menciptakan PT dengan Omset 3 Milyar Pertahun. Kesibukan menjadi Internet Merketing dan Pengusaha Online menciptakan ku berangsur bisa Move On dari semua problem percintaaan yang telah lalu.
Untuk pertama kalinya sesudah dua tahun lulus kuliah, Sekolah Sekolah Menengan Atas kami mengadakan Reoni disela-sela kesibukan ku hasilnya saya menyempatkan untuk menghadiri perayaan itu. Nampak satu persatu teman Sekolah Menengan Atas tiba dan bermunculan ada yang Sudah beristri ada juga yang sudah membawa anak dan banyak juga yang masih sendiri ibarat saya.
Tidak hanya murid yang tiba tetapi para guru juga sama datang, hal ini menciptakan suasana kembali mengingat masa SMA, Meski begitu ada yang berbeda kini tidak ada lagi impian bertemu dengan Sang Gadis ibarat Sekolah Menengan Atas dahulu. Sekarang jikalau ia tiba mungkin bersama Suaminya dan ditambah dengan Anak-anaknya.
Tanpa terasa semua berlalu begitu cepat meninggalkan setiap detik kebahagiaan yang perlahan menjelma sedih, dalam sekejap semua berubah. Dalam karir mungkin saya salah satu orang yang sukses dimasa muda, tetapi tidak berlaku untuk dunia percintaan lantaran semua itu berbanding terbalik.
Semua yang sudah dilewati ku anggap sebuah sejarah hidup untuk merubahnya kearah lebih baik meski itu semua tidak begitu membahagiakan, Acara reoni berlajan sesuai dengan planning hingga hasilnya menjelma tegang hal itu bukan lantaran apa-apa dan siapa-siapa melainkan lantaran kedatangan seseorang yang tidak diharapkan.
Seorang gadis dimaksud yakni ia yang saya idolakan dulu kini kembali muncul, meski ia telah menikah nampak tiba hanya sendiri. Segera saya palingkan wajah ini dan segera menjauh dari ia lantaran sebagai seorang yang dulu mengidolakan kini tak pantas lagi lantaran ia sudah ada suami. Apalagi ia tahu kalau saya pernah menyayangi dirinya yang dulu melalui blog ku.
Meski pada hasilnya saya kepergok dan dari kejauhan ia sudah melabaikan tangan menyapa ku. Aku tidak bisa mengelak lagi segera saya pun melambaikan tangan. Tetapi dibalik senyumnya nampak ia menyembunyikan kesedihan lantaran beberapa kali terlihat meski dari kejauhan matanya kosong menatap kedepan.
Segera kami bertegur sapa. Tidak ada yang kami bincangkan selain kabar dan status lantaran kedekatan kami sudah dibatasi oleh suaminya, tetapi ia tiba sendiri tanpa suami atau pun anak. Kami bertegur sapa dan hanya itu meski saya sedikit gugup dikala berbincang dengannya perasaan ini memang tidak pernah berubah meski ia sudah menjadi Istri orang.
Tetapi berkali-kali saya meyakinkan diri dan mencoba menghapus semua kenangan wacana dirinya didalam hati ku. Semua itu bisa saya minimalisir dan tidak meledak-ledak. Kalau boleh jujur memang rasanya saya rindu sekali dengannya hanya saja itu sama saja ibarat mimpi. Tanpa terasa perjumpaan kami berlalu begitu cepat dan simpulan dari reoni usai.
Akhirnya malam itu kami mulai pulang kerumah masing-masing meski dalam hati terus bertanya mengapa Sang Gadis dikala ketemu tadi nampak sedih seharunya bahagia. Setelah saya hingga rumah HP pun berdering ada beberapa pesan singkat dari teman sang gadis yang mengabarkan kapada ku entah itu kabar besar hati atau sedih.
Inti dari pembicaraan itu yakni ia yakni teman baik Sang Gadis, ia menceritakan bahwa ijab kabul sang gadis hanya berjalan 7 bulan sesudah itu ternyata Suaminnya sudah lebih dahulu mempunyai Istri sebelum menikah dengannya hal hasil sesudah diketahui Suami Sang Gadis lebih menentukan Istri Tua dan mencampakan ia atau mencerakannya.
Aku merasa bahwa itu yakni sebuah kabar sedih, kadang saya berfikir jikalau seseorang tidak bisa membahagiakan maka lepaskan ia maka ada banyak orang diluar sana menginginkan diposisi suaminya dulu. Sebaliknya anggapan itu terkadang terasa sangat membahagiakan dalam hati saya bisa mempunyai kesempatan untuk menyetakan cinta meski ia sudah menyandang status Janda.
Kadang saya merasa sangat galau dengan semua itu, mengapa ia yang sudah menjadi bekas orang kini kembali pada kehidupan ku, mengapa tidak dari dulu sebelum semua terjadi. Bahkan Sahabatnya mengatkaan bahwa ia sudah tahu semua wacana semua persaan ku dulu kepadanya lantaran ia membaca semua isi Blog yang saya tulis dulu.
Bahkan posisi kini berbanding terbalik, dulu saya yang sangat mengidolakannya kini ia malah berbalik mengidolakan ku. Di posisi ku yang kini siapa yang tidak mau dengan ku. Aku mempunyai perushaan sendiri dan mempunyai penghasilan tidak kecil bagiku untuk mencari Istri yang lebih darinya tidak sulit.
Apalagi kondisi dikala ini sudah sangat berbeda dengan yang dulu semua telah berubah jauh, Aku harus memulai kehidupan ini dari awal lagi dan kembali pada fase yang sama jikalau saya harus mengungkin masa kemudian yang sudah hampir saya lupakan. Kehidupan ku terasa mengalami kemunduran. Setelah kabar itu selama satu bulan saya merasa tidak yummy makan, minum dan bahkan tidak bisa tidur.
Sampai pada hari ke 31 sesudah mendengar kabar itu saya memutuskan untuk mengontak sahabatnya dan meminta BBM Sang Gadis, tidak usang saya mendapatkan PINnya sesudah itu saya beranikan diri untuk invaite dia, tidak usang berselang ia mendapatkan ku dan eksklusif Ngeping. Sambil mengbrol santai kami bercanda dan tertawa meski hanya melalui pesan singkat.
Tiba sesudah itu kami hasilnya memutuskan untuk bertemu, pada hari berikutnya kami bertemu dan mengobrol, meski saya merasa sangat murka lantaran ia sudah menjadi bekas orang lain. Rasanya ia bukan Wanita yang layak untuk ku lagi. Hanya saja rasa cinta ku lebih besar dari pada kemarahan ku, rasa cinta ini terasa lebih besar dari pada kebencian ini.

Setelah pertemuan itu, saya berencana untuk mengungkapkan semua perasaan yang sempat terpendam dan sudah terlalu usang hanya saja sebelum saya sempat menyampaikan bahwa saya menyayanginya, ia lebih dahulu menanyakan wacana kebenaran blog yang berisi kisah kami berdua dulu dan ia menanyakan apakah saya masih tetap mencintainya ibarat dahulu.

Dengan nada pelan dipertemuan kami berikutnya saya menjawab dengan hal sederhana, Jika memang diri mu telah membaca semua Novel yang pernah saya tulis dulu, jawabannya tetap sama ibarat isi Novel yang pernah saya tulis tidak ada yang berubah dari ku, meski kamu yang kini bukanlah yang dulu lagi. Rasa ini tidak pernah berubah.

Setelah semua perkataan itu ia tersenyum dan untuk pertama kalinnya saya dipeluknya, semenjak dikala itu saya tidak pernah sempat menyampaikan apa yang ku rasa dahulu bahkan jauh sebelum saya sampaumur di SD saya tanpa disadari telah mencintainnya, SMP, SMA, Kuliah dan sesudah Kuliah hingga dikala ini. Tanpa disadari ia yang dulu saya idolakan kini berbalik mengidolakan ku.

Dulu ia yang hanya bisa kulihat dari jauh kini saya bisa memeluk erat dan menciumnya. Dulu ia yang hanya bisa dilihat senyumnya saja kini ia terasa dekat. Tanpa terasa sesudah itu kami berpacaran selama 8 bulan meski ada banyak keributan lantaran problem kekurangan ia, tetapi itu tidak sebanding dengan rasa sayang ku padanya.

Terima kasih tuhan engkau telah menawarkan ia meski bukan yang dulu lagi. Sejak semua itu terjadi saya merasa bahwa ia sangat dekat, satu hal yang belum sempat saya lakukan, yaitu mengungkapkan cinta untuk pertama kalinya padanya lantaran ia sudah lebih dahulu tahu semua perasaan ini. Sekarang saya selalu melihatnya tersenyum disamping ku dikala saya membuka mata.

Pada hasilnya kami dikaruniai seorang anak Laki-laki dari buah cinta kami yang pertama. Ya kini saya sudah menikahi gadis yang sangat ku cintai, hanya saja cinta ini terpendam, untuk pertama kalinya saya mengungkapkan semua perasaan cinta pada Sang Gadis sesudah menikah dan terus setiap hari saya katakan I Love You.

Karena kata-kata itulah yang paling sulit keluar dari mulutku dulu sesudah penantian panjang lebih dari 15 tahun lamannya hasilnya Cinta ku berbalas. Meski statusnya sudah berubah sesudah kami bertemu lagi bagiku itu bukan sebuah problem lantaran rasa ini begitu besar untuknya. Aku hanya mengenal satu cinta dari pertama kali jatuh cinta yaitu kelas 6 SD hingga saya telah tamat kuliah.

Perjalanan studi SD, SMP, SMA, Kuliah dan kini 3 tahun sesudah kuliah masih tetap sama, saya tetap menyayanginya meski ia sudah menyandang status Janda saya tidak peduli yang saya tahu saya menyayanginya semenjak dulu hingga dikala ini tidak ada Wanita lain dihati ini kecuali dia. Terima kasih Tuhan engkau telah menawarkan ia untuk ku lagi dan lagi. Lebih dari 15 Tahun lamannya hasilnya saya menemukan balasan dari sebuah penantian cinta yang terpendam. Sekarang ia menjadi Istri dari bawah umur ku.

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes

Scroll to Top